Postingan

Malam di Stasiun

Kuliah di luar provinsi membuat Candra harus menggunakan jasa transportasi umum, kereta api. Tidak memungkinkan baginya untuk menggunakan bus karena jarak kampus tempat dia kuliah lebih dekat dengan stasiun kereta api. Candra sudah dipesan oleh kakaknya, Indah, yang sudah berkeluarga dan menetap di luar pulau Jawa, "Kamu harus pulang satu bulan sekali. Kamu yang paling memungkinkan untuk sering menjenguk ibu." Itu yang membuat Candra sering keluar masuk stasiun. Kuliah hari Jum'at itu sudah selesai pada pukul 15:00 WIB. Candra langsung menuju ke masjid kampus untuk melaksanakan salat Asar sebelum dia pulang ke tempat kos. Sambil menunggu azan, dia membuka smartphone di teras masjid. Terdengar pelan, ada suara memanggilnya, "Assalamu'alaikum, Dik Candra. Apa kabar?" kakak tingkat yang aktif di organisasi agama Islam kampus menyapanya. "Wa'alaikumsalam warohmatullaahi wa barokatuh. Baik, Kak Romi." jawab Candra sambil menutup smartphone di tang...

Tidak Boleh Lelah

Tidak boleh lelah. Ini adalah satu kalimat yang saya tanamkan dalam pikiran. Terutama setelah membersamai keluarga menikmati liburan.  Semua orang pasti sepakat kalau liburan bersama keluarga adalah untuk menciptakan kebahagiaan. Bahagia itu mudah tersenyum dengan keluarga dan orang-orang yang ditemui. Lelah secara fisik tidak bisa dipungkiri setelah perjalanan liburan bersama. Lelah secara hati dan pikiran tidak boleh. Kalau hati dan pikiran tidak lelah, pasti fisik akan mengikuti untuk sehat. Dalam ilmu psikologi, sakit yang dialami oleh seseorang itu umumnya diawali dari sakit hati dan pikiran. Biar liburan bersama berlangsung dan berakhir dengan bahagia, mari kita awali dari hati dan pikiran kita yang baik, bersih, dan bahagia. Pada akhirnya, bisa membawa fisik yang sehat dan kuat. Tidak mudah lelah. Kalau fisik ini mudah lelah, besar kemungkinan hati dan pikiran sedang tidak baik-baik saja. Untuk itu, mari kita bersama-sama perbaiki hati dan pikiran. Boleh jadi peristiwa di se...

Cerita Rakyat Provinsi Jawa Tengah: Suwidak Loro

Gambar
Pada zaman dahulu, hiduplah seorang Mbok Randa dan anaknya yang bernama Suwidak Loro. Suwidak Loro hanya memiliki 60 helai rambut dan dua buah gigi. Itulah mengapa orang memanggilnya Suwidak Loro. Walaupun begitu, kasih sayang ibunya tak berkurang kepada Suwidak Loro. Setiap hari ibunya bernyanyi sambil mengelus kepala putrinya dengan lembut, “Suwidak Loro….. Suwidak Loro….. kamu adalah putri paling jelita”. Suwidak Loro pun memandang dirinya ke cermin dan tidak percaya. Walaupun keadaan Suwidak Loro seperti itu, namun tidak membuat Suwidak Loro bersedih. Ia tetap ceria dan berteman dengan siapa saja sehingga memiliki banyak teman.  Ada seorang teman yang iri karena Suwidak Loro memiliki banyak teman. Temannya itu memiliki niat yang jahat. Ia ingin agar Suwidak Loro dan ibunya ditangkap oleh Raja. Saat itu Raja sedang mencari permaisuri. Ia datang kepada Raja dan mengatakan ada seorang gadis yang amat cantik di desanya. Raja menjadi penasaran dan meminta pengawal untuk melihat Suwi...

Buku: Ego is the Enemy

Gambar
Buku "Ego is the Enemy" ditulis dengan satu asumsi optimis: Ego Anda bukanlah kekuatan yang harus Anda puaskan pada setiap kesempatan. Ego dapat diatur. Ego dapat diarahkan. Dalam buku ini, kita akan melihat orang-orang, seperti William Tecumseh Sherman, Katharine Graham, Jackie Robinson, Eleanor Roosevelt, Bill Walsh, Benjamin Franklin, Belisarius, Angela Merkel, dan George C. Marshall. Bisakah mereka mendapatkan yang telah mereka dapatkan sekarang—menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, menguasai seni peperangan, menjaga kekompakan tim bisbol, merevolusi strategi rugbi, melawan tirani, dan menghadapi ketidakberuntungan—jika ego menguasai mereka dan membuat mereka hanya memikirkan diri sendiri? Hal yang membuat mereka sukses adalah pemahaman terhadap realitas dan kesadaran—sesuatu yang pernah dikatakan oleh seorang penulis dan ahli strategi Robert Greene, “kita perlu menyerupai laba-laba dalam sarangnya”. Itulah inti dari kehebatan mereka, kehebatan penulisan, kehebat...

Tiga Hal yang Hendaknya Kamu Lakukan

Beberapa waktu yang lalu, saya membaca postingan Instagram sahabat yang sudah saya ikuti sejak beberapa tahun lalu. Dia membuat postingan sebuah poster dimana di situ tertulis 3 hal yang hendaknya kamu amalkan. Pertama, jika engkau tidak bisa memberi manfaat, maka jangan menyusahkan. Kedua, jika engkau tidak bisa membahagiakannya, jangan buat ia bersedih. Ketiga, jika engkau tidak mau memujinya, setidaknya jangan mencelanya. Saat melihat dan membaca postingan ini. Dalam hati, saya berkata, "Ini cocok banget buat saya praktikkan." Biar tidak lupa, langsung saya tulis ulangan dan posting blog ini. Semoga bermanfaat saja.

Pentingkah Teknologi dalam Implementasi Kurikulum Merdeka?

Gambar
Tidak dapat dipungkiri, pandemi lalu mempercepat transformasi digital pendidikan di Indonesia. Penggunaan berbagai tools digital untuk mendorong keberlangsungan pembelajaran saat PJJ meningkat. Namun, ketika era pandemi sudah melandai dan sekolah telah menerapkan tatap muka, apakah LMS dan teknologi lainnya tetap perlu digunakan oleh sekolah? Apakah teknologi ini diperlukan dalam implementasi Kurikulum Merdeka? Mari diskusi bersama GREDU di Webinar Guru Hebat: "Pentingkah Teknologi dalam Implementasi Kurikulum Merdeka?" .  Webinar akan dilaksanakan pada hari Jumat, 4 November 2022 pukul 15.00 - 17.00 WIB ! Webinar GRATIS bersama Rizal Taufiq Hidayatulloh (Guru, Content Creator, Anggota KGBN) dan Oom Komariah, S.Ag. (Waka Kurikulum SDIT Bina Insan Kamil) Fasilitas: e-sertifikat kehadiran Segera daftarkan diri Anda melalui: https://bit.ly/pandutd18

9 Langkah Menjadi Guru Merdeka melalui Platform Merdeka Mengajar

Gambar
Di masa yang serba canggih, bapak/ibu guru benar-benar dimudahkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Dimana kementerian menyediakan sebuah platform untuk mengembangkan diri secara mandiri yang bernama Merdeka Mengajar. Platform ini disediakan sebagai upaya kementerian untuk mempercepat dan memperluas jangkauan guru yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan masing-masing. Pada postingan ini, saya akan membagikan kiat bagaimana bapak/ibu guru bisa menjadi guru merdeka. 1. Masuk Platform Merdeka Mengajar dengan akun belajar.id . Setelah mengunduh aplikasi Merdeka Mengajar melalui Playstore, bapak/ibu guru dapat mulai masuk. Pastikan bapak/ibu guru sudah memiliki akun belajar.id. Apabila belum memiliki akun belajar.id, bapak/ibu guru dapat menghubungi operator/admin dapodik di satuan pendidikan masing-masing. 2. Pahami Kurikulum Merdeka secara mandiri melalui menu Tentang Kurikulum Merdeka . Kurikulum Merdeka sudah diimplementas...