Postingan

Guru Aini

Gambar
“Ini persamaan hidupku sekarang, Bu,” Desi menyodorkan buku catatan ke tengah meja. Bu Amanah, yang juga guru matematika tersenyum getir melihat persamaan garis lurus dengan variabel-variabel yang didefinisikan sendiri oleh Desi. x1: pendidikan, x2: kecerdasan. Yang menarik perhatiannya adalah konstanta a: pengorbanan. “Pendidikan memerlukan pengorbanan, Bu. Pengorbanan itu nilai tetap, konstan, tak boleh berubah” Konon, berdasarkan penelitian antah berantah, umumnya idealisme anak muda yang baru tamat dari perguruan tinggi bertahan paling lama 4 bulan.  Setelah itu mereka akan menjadi pengeluh, penggerutu, dan penyalah seperti banyak orang lainnya, lalu secara menyedihkan terseret arus deras sungai besar rutinitas dan basa-basi birokrasi lalu tunduk patuh pada sistem yang buruk. Dalam kenyataan hidup seperti itu, seberapa jauh Desi berani mempertahankan idealismenya menjadi guru matematika di sekolah pelosok? “Stunningly beautiful, highly intelligent, sangat perlu diba...

Kenapa Lulus SMP Harus Melanjutkan ke SMK

Tinggal beberapa bulan lagi, para siswa kelas 9 SMP (Sekolah Menengah Pertama) akan lulus. Tak jarang, mereka dihadapkan dengan kebimbangan untuk melanjutkan sekolah. Mereka akan melanjutkan ke SMA (Sekolah Menengah Atas), SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) atau pondok pesantren. Dari ketiga pilihan itu, semuanya memiliki kelebihannnya masing-masing. Tentunya, pilihan dapat ditetapkan setelah ada diskusi dengan orang tua, mengikuti keinginan orang tua, atau mengikuti teman dekat. Pada postingan kali ini, saya akan membagikan alasan kenapa siswa kelas 9 harus melanjutkan ke SMK. Melanjutkan pendidikan ke SMK setelah lulus SMP memiliki beberapa manfaat, antara lain: 1. Mendapatkan keterampilan dan keahlian Di SMK, siswa akan mendapatkan pelajaran yang lebih fokus pada keterampilan dan keahlian praktis dalam bidang tertentu. Hal ini memungkinkan siswa untuk memiliki kompetensi dan keahlian yang dapat digunakan untuk bekerja di bidang yang spesifik. 2. Meningkatkan peluang kerja Dengan memili...

Enam Cara Menyikapi Teman Kerja Senior yang Tidak Disiplin

Namanya tempat kerja, pasti ada yang berbagai macam usia teman kerja. Ada yang usianya lebih tua (senior) dibandingkan dengan kita. Ada yang usianya lebih muda (junior) dibandingkan dengan kita. Kemudian, mungkin dijumpai di tempat kerja teman kerja yang senior justru memberikan contoh yang tidak baik, tidak disiplin, di tempat kerja. Saat yang muda, mau mengingatkan, takut salah omong. Bagaimanapun juga, yang namanya tidak disiplin di tempat kerja harus diingatkan. Kalau dibiarkan bisa berdampak buruk bagi teman kerja yang lain dan mungkin yang paling buruk adalah berdampak tidak baik bagi perusahaan. Mengingatkan teman kerja yang lebih senior bisa menjadi situasi yang sensitif dan memerlukan pendekatan yang tepat. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan: 1. Gunakan Bahasa yang Sopan Pastikan Anda menggunakan bahasa yang sopan dan menghormati senior Anda. Hindari bahasa yang terlalu keras atau menyalahkan. 2. Fokus Pada Perilaku Bukan Pada Orang Alihkan perhatian pada perilaku yang ...

Jam 3 Pagi

"Astaghfirullaah ..." ucap Romi terkejut. Orang yang dia sentuh pundaknya terjatuh. Dia pikir orang yang dia sentuh itu meninggal sebab tampak kaku. Ternyata, orang itu hanya tertidur saat duduk bersila di mushola stasiun. Orang itu terbangun dan menatap Romi dengan wajah bingung. Dalam hatinya mungkin berkata, "Siapa orang ini?" Setelah sepenuhnya tersadar, orang itu bertanya kepada Romi, "Ada apa, mas?" "Maaf, pak. Dari sebelum saya salat Isya sampai selesai bapak tidak bergerak, duduk bersila di situ. Saya pikir bapak kenapa?" jawab Romi. "Saya tertidur setelah berdzikir tadi." "Oiya, pak. Bapak mau kemana?" "Saya mau ke Klaten. Kalau kamu, nak?" "Ini saya mau main ke rumah teman saya, Candra. Di Ngawi." "Bapak naik kereta yang jam berapa?" tanya Candra. "Jam 8." "Berarti kita naik kereta yang sama. Ayo, pak kita ke ruang tunggu bareng!" ajak Candra kepada bapak itu. Tak lam...

Malam di Stasiun

Kuliah di luar provinsi membuat Candra harus menggunakan jasa transportasi umum, kereta api. Tidak memungkinkan baginya untuk menggunakan bus karena jarak kampus tempat dia kuliah lebih dekat dengan stasiun kereta api. Candra sudah dipesan oleh kakaknya, Indah, yang sudah berkeluarga dan menetap di luar pulau Jawa, "Kamu harus pulang satu bulan sekali. Kamu yang paling memungkinkan untuk sering menjenguk ibu." Itu yang membuat Candra sering keluar masuk stasiun. Kuliah hari Jum'at itu sudah selesai pada pukul 15:00 WIB. Candra langsung menuju ke masjid kampus untuk melaksanakan salat Asar sebelum dia pulang ke tempat kos. Sambil menunggu azan, dia membuka smartphone di teras masjid. Terdengar pelan, ada suara memanggilnya, "Assalamu'alaikum, Dik Candra. Apa kabar?" kakak tingkat yang aktif di organisasi agama Islam kampus menyapanya. "Wa'alaikumsalam warohmatullaahi wa barokatuh. Baik, Kak Romi." jawab Candra sambil menutup smartphone di tang...

Tidak Boleh Lelah

Tidak boleh lelah. Ini adalah satu kalimat yang saya tanamkan dalam pikiran. Terutama setelah membersamai keluarga menikmati liburan.  Semua orang pasti sepakat kalau liburan bersama keluarga adalah untuk menciptakan kebahagiaan. Bahagia itu mudah tersenyum dengan keluarga dan orang-orang yang ditemui. Lelah secara fisik tidak bisa dipungkiri setelah perjalanan liburan bersama. Lelah secara hati dan pikiran tidak boleh. Kalau hati dan pikiran tidak lelah, pasti fisik akan mengikuti untuk sehat. Dalam ilmu psikologi, sakit yang dialami oleh seseorang itu umumnya diawali dari sakit hati dan pikiran. Biar liburan bersama berlangsung dan berakhir dengan bahagia, mari kita awali dari hati dan pikiran kita yang baik, bersih, dan bahagia. Pada akhirnya, bisa membawa fisik yang sehat dan kuat. Tidak mudah lelah. Kalau fisik ini mudah lelah, besar kemungkinan hati dan pikiran sedang tidak baik-baik saja. Untuk itu, mari kita bersama-sama perbaiki hati dan pikiran. Boleh jadi peristiwa di se...

Cerita Rakyat Provinsi Jawa Tengah: Suwidak Loro

Gambar
Pada zaman dahulu, hiduplah seorang Mbok Randa dan anaknya yang bernama Suwidak Loro. Suwidak Loro hanya memiliki 60 helai rambut dan dua buah gigi. Itulah mengapa orang memanggilnya Suwidak Loro. Walaupun begitu, kasih sayang ibunya tak berkurang kepada Suwidak Loro. Setiap hari ibunya bernyanyi sambil mengelus kepala putrinya dengan lembut, “Suwidak Loro….. Suwidak Loro….. kamu adalah putri paling jelita”. Suwidak Loro pun memandang dirinya ke cermin dan tidak percaya. Walaupun keadaan Suwidak Loro seperti itu, namun tidak membuat Suwidak Loro bersedih. Ia tetap ceria dan berteman dengan siapa saja sehingga memiliki banyak teman.  Ada seorang teman yang iri karena Suwidak Loro memiliki banyak teman. Temannya itu memiliki niat yang jahat. Ia ingin agar Suwidak Loro dan ibunya ditangkap oleh Raja. Saat itu Raja sedang mencari permaisuri. Ia datang kepada Raja dan mengatakan ada seorang gadis yang amat cantik di desanya. Raja menjadi penasaran dan meminta pengawal untuk melihat Suwi...